Hewan peliharaan tidak hanya terbatas pada burung, ikan, kucing, atau anjing. Saat ini, semakin banyak orang yang mempertimbangkan reptil sebagai hewan peliharaan. Jenis reptil yang dipelihara pun beragam, mulai dari iguana, kura-kura, hingga ular. Seperti hewan peliharaan lainnya, reptil juga bisa mengalami sakit. Penyakit bisa muncul karena berbagai faktor, seperti kandang yang tidak bersih, suhu yang tidak ideal, serta makanan yang tidak sehat.
Beberapa tanda-tanda reptil peliharaan sedang sakit meliputi penurunan nafsu makan, perubahan pada kondisi fisik, serta gerakan yang menjadi lebih lambat. Jika semua gejala ini muncul, kamu perlu segera memberikan perawatan agar penyakit tidak menyebar dan semakin memburuk. Bagaimana cara merawat reptil yang sakit serta apa saja tanda-tandanya? Berikut penjelasannya!
1. Tidak mengonsumsi makanan dalam jangka waktu yang lama
Ciri pertama hewan reptil yang sakit adalah tidak mau makan atau mengalami penurunan nafsu makan yang cukup signifikan. DilansirReptiles Magazine, keluhan dan penurunan selera makan dapat menjadi tanda awal dari berbagai kondisi medis, seperti infeksi hingga kerusakan organ ginjal. Jika tidak segera ditangani, hewan reptil dapat mengalami kehilangan nafsu makan, kekurangan nutrisi, bahkan berujung pada kematian. kamu dapat memberikan makanan secara perlahan kepada hewan peliharaan reptil atau membawanya ke dokter hewan jika tidak ada perbaikan yang signifikan dalam nafsu makannya.
2. Gerakannya menjadi lebih perlahan dan kurang gesit
Laman RSPCA menjelaskan bahwa reptil yang menjadi kurang aktif merupakan tanda-tanda penyakit. Hal ini dapat disebabkan oleh suhu tubuh yang rendah atau kondisi tubuh yang melemah. Pencegahan dapat dilakukan dengan mengatur suhu kandang, memberikan pakan yang bernutrisi, serta selalu membersihkan kandang secara teratur. Namun, tidak selalu ketidakaktifan tersebut menunjukkan adanya penyakit. Karena ada beberapa jenis reptil yang melakukan brumasi atau hibernasi, yaitu aktivitas tidur dalam jangka waktu lama untuk menghadapi musim dingin.
3. Tidak merespons ketika diberi rangsangan
Gejala ini mirip dengan penurunan kecepatan gerakan. Perbedaannya, reptil tidak merespons saat diberi rangsangan berbagai hal, baik itu cahaya, getaran, gerakan, maupun sentuhan. Keadaan ini berbahaya karena reptil adalah hewan yang selalu waspada. Ketika ada rangsangan sedikit pun, ia akan siap menghadapi, memperhatikan lingkungan sekitar, hingga kabur. Jika reptil tidak merespons, beberapa faktor bisa menjadi penyebabnya, seperti kekurangan nutrisi, suhu yang tidak sesuai, atau terkena penyakit berbahaya.
4. Terdapat perubahan fisik
Perubahan fisik pada reptil dapat menjadi tanda adanya penyakit, infeksi virus, atau infeksi bakteri. Perubahan tersebut meliputi berbagai kondisi, seperti kesulitan dalam mengganti kulit, sisik yang mengelupas, munculnya benjolan, perubahan warna kulit, hingga terjadinya pembusukan. Abses merupakan salah satu masalah serius yang bisa terjadi pada tubuh reptil. DilansirPetMD, Abses merupakan benjolan pada tubuh reptil yang terjadi akibat infeksi. Dysecdysis juga berisiko karena dapat memengaruhi siklus pergantian kulit dan merusak tubuh reptil secara luas.
5. Reptil mengeluarkan cairan
Sebenarnya, cairan yang keluar dari tubuh reptil tidak selalu menunjukkan adanya penyakit. Dalam kasus tertentu, penyakit dapat diketahui melalui munculnya cairan yang tidak biasa, seperti cairan berbau busuk atau cairan yang keluar dari bagian tubuh yang tidak semestinya. Menurut beberapa sumber, hal ini bisa disebabkan oleh infeksi cacing atau parasit. Umumnya, infeksi tersebut memengaruhi sistem pencernaan maupun pernapasan. Sayangnya, gejala ini cukup sulit dikenali. Padahal, jika tidak segera ditangani, bisa berakibat fatal.
Sebagai pemilik yang cerdas, kamu perlu mengenali berbagai tanda-tanda bahwa reptil peliharaan sedang sakit. Selain itu, selalu lakukan pencegahan penyakit dengan memberikan kandang, makanan, serta lingkungan yang terbaik untuk reptil kesayangan. Jika reptil sudah terkena sakit, kamu dapat melakukan tindakan untuk mengobatinya. Salah satu caranya adalah dengan memberikan pengobatan atau membawa reptil ke dokter hewan.
4 Fakta Hewan Malam yang Menarik untuk Diketahui 5 Fakta Hewan yang Selama Ini Menggunakan Organ Tubuh yang Tidak Lengkap!



