Diceritakan terungkap, seorang penjual bakso di Pulau Jawa memutuskan untuk membersihkan jalan di desanya dengan menggunakan uang pribadinya.
Kelihatannya, hal ini disebabkan karena rencana pembangunan jalan desa mendapat tanggapan tidak serius dari pemerintah daerah (pemda) terdekat.
Sarananya yang inovatif membuat Fery, pengusaha bakso dermawan, akhirnya memutuskan untuk membangun Jalan Desa Balesari, Kecamatan Ngajum, Kabupaten Malang yang mengalami defisit infrastruktur sepanjang 1,5 kilometer.
Berikut ini adalah kisah tentang penjual bakso yang menjadi perhatian publik setelah penampilannya melalui unggahan di akun TikTok Karang Taruna Tunas Muda.
Dalam akun TikTok tersebut, masyarakat menayangkan proses pembangunan jalan desa yang memakan waktu tujuh tahun.
Kelihatannya selama ini masyarakatlah yang […]
“UNTUK DANA SESEMBADAI dari Keluarga SAM FERRY BAKSO GUNUNG BATAM, ia sendiri adalah Warga Segelan, dan untuk pembangunan warga setiap hari bergilir melakukan kerja bakti secara kelompok dan menyumbang makanan dan minuman,” bunyi keterangan dalam unggahan tersebut.
Lalu, kerumitan di mana?
Dimulai Tahuan 2019
Fery membangun jalan tersebut tidak lepas dari proses yang cepat, melainkan telah berlangsung selama kurang lebih lima tahun, semenjak awal tahun 2019.
Jalan khususnya di Dusun Segelan Desa Sidomulyo, Balesari, meluas bangkit menjadi perbincangan malam ini di media sosial.
Kata sindirannya, jalan yang ada di RT 01/RW 16 itu dibangun oleh seseorang peninggalan masyarakat di daerah tersebut.
Ketika memasuki gapura Dusun Segelan Sidomulyo, jalan tampaknya masih rusak parah.
Satu kilometer kemudian, pengguna jalan akan disambut oleh jalan yang diaspal baru.
Menurut informasi yang beredar, ruas jalan yang dibangun tidak berasal dari desa.
Mereka tidak peduli, seseorang bernama Fery yang suka rela mengeluarkan biaya untuk membangun jalan.
“Adonan itu diberikan oleh Bapak Fery, si akrab dari sini,” kata Sukri, warga setempat dan kepala tukang yang menggarap jalan ini, Kamis (26/12/2024).
Pemda Tak Merespon
Mantan Lurah Sukri menjelaskan, kondisi jalan rusak ini sudah ada sejak tahun 2017 lalu.
Jalan mulai mengalami kerusakan dengan gaya aspal permukaannya menyingkap sebagian, meninggalkan baru bebatuan terbuka di permukaan.
Namun tentu saja kondisi ini menyebabkan tidak nyaman bagi pengendara, khususnya bagi penduduk setempat.
Sebenarnya, warga telah lama mengusulkan perbaikan jalan desa untuk lebih baik, namun hingga saat ini belum dilakukan perbaikan.
Mengalokasikan Dana Rp 10 Miliar
Fery yang telah sukses di Kota Batam itu prihatin melihat kondisi jalan di kampungnya.
Dia masih memiliki perhatian yang sama, walaupun ia tidak tinggal di kampung halamannya.
Saya mengatakan pada tahun 2019 itu, pembangunan ke sini mulai dimulai. Hanya saja beberapa tahap masih dalam tahap pembangunan.
Dikatakannya, pembangunan telah mencapai tahapan ke-5.
Jalan radio beraspal sepanjang sekitar 1,5 kilometer telah selesai.
Sukri menyampaikan, kurang lebih dana yang disumbangkan oleh Fery ini berkisar Rp 10 miliar.
Berhenti saat Musim Hujan
Selanjutnya, pembangunan jalan dilakukan oleh warga secara swadaya dan ikut campur tangan.
Mereka bekerja secara berjalan/saling bantu membantu untuk memasang beton (asphalt) di jalan.
Masyarakat kemudian bergantian menyediakan bekal bagi para pekerja.
“Kalau musim hujan tidak ada, kita harus berhenti hujan,” ungkapnya
Pengerjaan pengecoran jalan dijadwalkan akan selesai pada bulan November 2024.
Dengan masuknya musim hujan, penduduk pun berhenti dari pekerjaan bocor / mengaspal jalan tersebut.
Donatur Memang Dikenal Dermawan
Diceritakan oleh Ketua RT 01/RW 16, Yuda Prasetyo, bahawa Fery memang dikenali sebagai dermawan yang.FC
Hal ini terbukti memberikan sumbangan positif dalam mengembangkan desa.
“Sudah sekian lama ini Pak Fery selalu bersedekah, tidak hanya jalan yang dibantukan, juga dibantu pembangunan masjid, TK/PAUD, dan lapangan sepak bola,” ujar Yuda saat di konfirmasi.
Dia menjelaskan bahwa Fery telah merantau ke Batam sejak lama.
Di sana, dia telah menjadi pedagang bakso yang sukses.
Walaupun telah menetap dan berduit di Batam, Fery masih sering dan suka mengunjungi kampung halamannya.
Karena masih ada anggota keluarga yang memberi tempat tinggal.
Dengan bantuan dari Fery, warga desa sekarang dapat merasakan berkendaraan yang lebih nyaman.
Mereka sudah tidak lagi merasakan jalanan yang berbatu.
“Warga akan senang jika berkendara mulus. Rencananya semua jalan di Dusun Segelan akan diaspal, tapi ini dilakukan secara bertahap,” ucap Yuda.
Disebutkan, suatu kelakar penjual bakso yang berbasis di Malang, Jawa Timur (Jatim), punya kisah yang penuh semangat.
Ia rela mengeluarkan biaya lebih banyak untuk memperbaiki jalan rusak di desanya.
Kisah penjual bakso itu sebenarnya terdapat pada postingan dari akun TikTok Karang Taruna Tunas Muda.
Di akun TikTok, seseorang membagikan proses pembangunan jalan desa yang memakan waktu tujuh tahun.
Ternyata hingga kini warga sendiri yang menggalang dana membuat jalan itu dengan bantuan fhoto sebagai bukti dari Ferry si Pembuat Bakso.
Untuk dana 100 persen dari SAR Kenduri Keluarga SAM FERRY, beliau itu warga setempat, dan Kontributor Dana yang gratis untuk warga setiap hari bergiliran bekerja keras untuk kegiatan sosial makanan dan minuman.
Asal-opsi megapak bakso diketahui oleh warga melalui konten atau video yang terhubung melalui media sosial TikTok.
Menurut penduduk, pemerintah seharusnya merasa malu karena penduduk sendiri lah yang telah memutuskan untuk membersihkan lingkungan mereka sendiri tanpa meminta bantuan masyarakat setempat atau desa sedikit pun.
“Seharusnya Pemerintah setempat merasa malu karena tidak bisa juga membangun sarana apa pun di sini, malah memprioritaskan pembangunan fasilitas rekreasi dan lain-lainnya,” katanya dalam sebuah postingan TikTok.
Aku mau menyuruh kepala desa untuk memesan beras, tapi lupa apa namanya.
Mereka berbicara tentang sosok dan tugas-tugas lurah atau kepala desa setempat, warga mengungkap fakta-fakta mengejutkan.
Para pemimpin desa telah kurang mengetahui kondisi jalanan desa yang rusak karena mereka tidak selalu terjun langsung ke lapangan.
“Tulislah pancaran bicaraku : Lurah atau perangkat desa bersama keluarganya tidak boleh melewati jalan ini,” kata warganet.
“Belum tentu bisa lewat sini kak, karena biasanya melalui jalanan kota,” jawab admin karang taruna.
Baru-baru ini terungkap sosok kehidupan sang penjual bakso itu adalah Ferry, warga Dusun Segelan, Desa Balesari, Kecamatan Ngajum, Kabupaten Malang.
Sejak tahun 2017, Ferry telah membangun infrastruktur jalan desa. Saat ini, telah dilakukan lima tahapan untuk pembangunan jembatan itu.
Ia terkenal sebagai patrik (bos) bakso di Batam.
Ferry tidak mau didanggerdagangkan, ia mengatakan kepada masyarakat bahwa tujuannya hanya ingin lingkungan dihiasi fasilitas umum yang lebih baik.
Menurutnya, wilayah tersebut setahun ini masih sangat memerlukan perhatian dan bantuan.
Si pengasuh proyek ini, Pak Ferry sendiri, tentunnya merupakan donatur utama. Tujuan pastinya adalah untuk meningkatkan lingkungan.
“Bisa dibuktikan Pak Ferry sendiri merupakan warga Dusun Segelan,” kata Nardi, koordinator pembangunan jalan desa di Dusun Segelan.
“Banyak yang tidak bisa memperbaiki lingkungannya sendiri, memacari Pak Ferry,” kata kandidat angket. “Justru Pak Ferry mah harus memperbaiki lingkungannya sendiri,” tegasnya.
Ferry juga telah melakukan hal besar lainnya di luar membangun jalanan desanya.
Yaitu membangun masjid, lapangan sepak bola, serta sekolah.
“Pak Ferry ingin lingkungan pendidikan Segelan menjadi lebih baik, terutama aspek pendidikan itu sendiri,” ujar Nardi.
>>>Update berita terkini di Googlenews Pers News ATN