Siapa yang tidak mengenal pesut Mahakam? Hewan laut ini merupakan mamalia yang dilindungi dan keberadaannya sangat langka serta terancam punah. Di Indonesia, pesut hanya dapat ditemukan berenang di Sungai Mahakam, Kalimantan, dengan jumlah yang sangat sedikit.
Lalu, apakah pesut mahakam merupakan satu-satunya jenis pesut? Sebenarnya, pesut termasuk ke dalam hewan apa? Mari mengenal mamalia laut yang menarik ini melalui rangkaian fakta tentang pesut yang perlu kamu ketahui berikut ini!
1. Apa itu pesut?
Hewan lumba-lumba khas ini tinggal di perairan pesisir Samudra Hindia Barat. Pesut memiliki sifat unik karena berenang sangat dekat dengan daratan dan di air yang dangkal, sehingga sering bersinggungan dengan manusia. Di beberapa daerah, pesut juga membantu nelayan dalam mencari ikan.
Hewan ini tampil berbeda dibanding lumba-lumba umumnya. Bentuk kepalanya bulat, moncongnya pendek, dan sirip punggungnya kecil. Yang menarik, kepala pesut sangat fleksibel. Kepalanya dapat bergerak bebas ke segala arah. Oleh karena itu, pesut memiliki lipatan di sekitar lehernya.
2. Hiu Mahakam ternyata tidak sendirian
Pesut Mahakam ternyata bukan satu-satunya jenis pesut. Secara umum, pesut terbagi menjadi dua spesies. Ada pesut Mahakam atauIrrawaddy dolphin (Orcaella brevirostris) yang berenang di perairan Asia Tenggara dan paus Australia atauAustralian snubfin dolphin (O. heinsohniyang tinggal di perairan Australia.
Dulunya, pesut dianggap hanya memiliki satu spesies, yaitu pesut mahakam. Akhirnya, diketahui bahwa kelompok pesut yang berenang di perairan Australia sebenarnya sangat berbeda dari pesut mahakam jika dilihat dari segi genetik dan morfologinya. Berdasarkan lamanWhale Scientists, baru pada tahun 2005 ikan pesut Australia dipertimbangkan sebagai spesies tersendiri.
3. Dua jenis paus memiliki kemiripan yang tinggi, tetapi dapat dibbedakan berdasarkan warna mereka
Secara sekilas, pesut Mahakam dan pesut Australia tampak mirip. Perbedaan utama terletak pada gigi dan tulang tengkorak yang sulit dilihat dengan mata telanjang. Ukuran keduanya juga hampir sama, dengan berat rata-rata sekitar 114—133 kilogram, mengutip dari lamanAnimal Diversity.
Cara paling sederhana untuk membedakan pesut mahakam dengan pesut australia adalah dengan melihat warna tubuhnya. Pesut australia memiliki tiga warna: cokelat pada bagian punggung, cokelat muda di sisi tubuh, dan putih di bagian perut. Sebaliknya, pesut mahakam memiliki warna yang lebih sederhana, yaitu abu-abu dengan bagian bawah berwarna putih.
4. Lumba-lumba tidak pernah menjauhi pantai secara jauh
Hewan pesut Australia dapat ditemukan di sepanjang pantai utara dan timur Australia hingga pantai Papua Nugini. MenurutWhales and Dolphins Conservation, Hewan ini suka berenang dalam kelompok di perairan yang dangkal, tidak melebihi 10 meter. Selain itu, ikan pesut Australia juga dapat ditemukan di muara sungai.
Hanya terdapat di perairan Asia Tenggara. Dalam perairan tawar, terdapat lima kelompok pesut mahakam yang terpisah satu sama lain. Terdapat populasi pesut mahakam di Sungai Ayeyarwady di Myanmar, Sungai Mahakam di Kalimantan, Sungai Mekong di Kamboja dan Laos, Danau Chiika di India, serta Danau Songkhla di Thailand.
Di sisi lain, pesut mahakam laut tinggal di perairan pesisir yang tertutup di mana air tawar masuk. Wilayah ini mencakup muara sungai, saluran bakau, hingga teluk. Mirip dengan pesut australia, pesut mahakam lebih suka berenang di perairan dangkal dan tidak pernah jauh dari garis pantai.
5. Gak pilih-pilih makanan
Apa yang menjadi makanan pesut? Ternyata pesut tidak memilih-milih jenis makanan. Ia mengonsumsi berbagai macam ikan, cumi-cumi, gurita, hingga udang yang sering ditemukan di perairan dangkal pesisir. Menariknya, pesut sering mengikuti alur pasang surut. Saat air pasang, ia berenang mendekati pantai dan muara sungai, sedangkan saat air surut, ia berenang menjauh ke laut. Mungkin saja pesut mengikuti pergerakan mangsanya yang sesuai dengan perubahan pasang surut.
6. Senang mengeluarkan air dari mulut
Tidak seperti lumba-lumba umumnya, pesut bersifat pemalu. Ia juga berenang perlahan dan akan menyelam untuk bersembunyi ketika melihat manusia. Meskipun demikian, pesut aktif bermain saat bersama rekan-rekannya. Hewan laut ini sering terlihat mengibaskan sirip dan ekornya, berputar, hingga melompat keluar dari air. Bahkan, nelayan setempat mampu mengenali setiap individu pesut berdasarkan perilaku khasnya.
Tidak hanya itu, lumba-lumba juga memiliki perilaku yang unik. Lumba-lumba mampu menyemburkan air dari mulutnya ke udara. Perilaku tidak biasa ini sering dilakukan saat lumba-lumba berinteraksi dengan sesama dan sedang menangkap ikan. Mungkin saja, menyemburkan air dapat membingungkan ikan sehingga mudah ditangkap dan dimakan oleh lumba-lumba.
7. Malu-malu, tetapi mampu membantu nelayan menangkap ikan
Menariknya, meskipun bersifat pemalu, ikan pesut mahakam di Sungai Ayeyarwady senang membantu nelayan yang menangkap ikan menggunakan jaring lempar. Nelayan biasanya memanggil pesut dengan mengetuk kayu di perahu mereka. Sejumlah pesut kemudian berenang mengarahkan ikan ke arah nelayan. Ikan-ikan yang tidak tertangkap oleh jaring lempar akan dimakan oleh pesut mahakam sebagai balasan.
Hewan yang luar biasa, bukan? Sayangnya, keberadaan pesut semakin memprihatinkan karena ancaman dari jaring nelayan, hilangnya tempat tinggal, hingga pencemaran. Mudah-mudahan keberadaan pesut bisa lebih dilindungi, ya!
Habitat yang Terancam, Upaya Penyelamatan Pesut Mahakam Akan Ditingkatkan Lingkungan Hidup yang Membahayakan, Usaha Pelestarian Pesut Mahakam Akan Diperkuat Ancaman terhadap Tempat Tinggal, Langkah Perlindungan Pesut Mahakam akan Diperkuat Lingkungan yang Terancam, Kegiatan Penyelamatan Pesut Mahakam akan Ditingkatkan Kondisi Habitat yang Mengkhawatirkan, Upaya Penyelamatan Pesut Mahakam akan Diperkuat Mengapa Pesut Mahakam Hanya Tersisa 60 Ekor di Alam? 7 Fakta Mengenai Pesut Mahakam, Hanya Tersisa 62 Ekornya di Kalimantan Timur!





