Tahun Baru Cina, atau yang dikenal juga sebagai Imlek, adalah waktu yang sangat berarti bagi komunitas Tionghoa di seluruh dunia. Pada perayaan ini, berbagai ritual dan kebiasaan khas dilakukan guna mengundang kelimpahan dan kegembiraan pada tahun baru.
Salah satu bagian yang tak bisa dipisahkan dari perayaan Tahun Baru Imlek adalah pertunjukan Barongsai, yaitu tarian singa yang penuh warna dan penuh semangat. Namun, apa saja tujuan danarti Barongsai pada Tahun Baru ImlekLihat penjelasannya dan apa makna Barongsai di bawah ini.
1. Mengusir energi jahat
Menurut buku Seni Tari Singa(2016), Tarian Barongsai memiliki asal-usul yang panjang. Tarian ini diyakini memiliki kekuatan gaib untuk mengusir makhluk jahat dan membawa rezeki.
Dalam mitos Tionghoa, singa dianggap sebagai lambang keberanian dan kekuatan. Dengan gerakan yang gesit dan warna-warna yang menarik, Barongsai diharapkan mampu mengusir makhluk halus jahat yang mungkin berada di sekitar masyarakat saat awal tahun baru.
“Secara umum, barongsai berfungsi untuk membawa keberuntungan di satu sisi, dan di sisi lain, untuk mengusir energi negatif,” tulis Joey Yap dalam bukuThe Art of Lion Dance.
2. Menyambut Dewa Kekayaan
Selama pertunjukan Barongsai, terdapat kebiasaan melemparkan angpao atau amplop merah yang berisi uang ke arah singa. Ini bukan hanya sekadar pertunjukan, namun juga dianggap sebagai cara untuk menyambut Dewa Kekayaan.
Mengandung partisipasi aktif dari para penonton, momen pelemparan angpao menghasilkan suasana penuh kegembiraan dan kebersamaan.
3. Memeriahkan perayaan
Selain memiliki makna keagamaan, pertunjukan Barongsai juga berfungsi untuk memperindah suasana sekitar. Dengan gerakan yang dinamis, musik yang keras, dan warna-warna yang mencolok, Barongsai menghadirkan suasana yang penuh semangat dan meriah.
Ini tidak hanya menyediakan hiburan, tetapi juga memanggil masyarakat untuk bersatu dalam kegembiraan perayaan Tahun Baru Imlek.
“Tarian ini selalu ditampilkan dalam perayaan besar, seperti Tahun Baru Imlek, tetapi juga bisa menjadi bagian dari pernikahan, pesta, acara resmi, bahkan upacara pemakaman,” dikutip dariSeni Tari Singa (2016).
4. Melestarikan budaya Tionghoa
Barongsai bukan sekadar tarian biasa, melainkan sebuah seni tradisional yang telah turun-temurun dari generasi ke generasi. Dengan pertunjukan Barongsai, masyarakat Tionghoa berupaya menjaga dan menghargai warisan budaya mereka.
Pemuda di ajak untuk mengenal dan menyukai seni ini sebagai bagian penting dari identitas budaya mereka.
5. Lambang keberhasilan dan kelimpahan
Barongsai dianggap sebagai lambang keberhasilan dan kelimpahan. Dengan gerakan yang teratur dan gesit, makhluk dalam pertunjukan ini diharapkan membawa nasib baik serta keberhasilan dalam bidang ekonomi dan perdagangan.
Karena itu, banyak perusahaan dan toko yang menghadirkan pertunjukan Barongsai sebagai bagian dari acara pembukaan atau perayaan Tahun Baru.
6. Asal-usul barongsai
Menurut buku Seni Tari Singa, hewan Barongsai memiliki asal dari mitos Tionghoa kuno. Dikisahkan, sebuah makhluk bernama “Nian” (dapat diartikan sebagai “binatang ganas”) sering muncul untuk menakuti penduduk desa.
Namun, penduduk pedesaan mengetahui bahwa Nian takut terhadap warna merah, suara yang keras, dan gerakan yang dinamis. Sebagai akibatnya, untuk mengusir Nian, mereka memakai hiasan berwarna merah, kembang api, serta tarian yang sekarang dikenal sebagai tarian Barongsai.
Dengan makna dan fungsi yang kaya, Barongsai menjadi bagian tak terpisahkan dari perayaan Tahun Baru Imlek. Melalui tarian ini, masyarakat Tionghoa tidak hanya merayakan perubahan tahun, tetapi juga bersatu dalam semangat kebersamaan, tradisi, serta harapan akan keberuntungan di masa depan.
|
Question |
Answer |
|---|---|
|
Mengapa tarian Barongsai sering kali tampak seperti gerakan bela diri? |
Hal ini terjadi karena gerakan Barongsai berasal dari teknik Kung Fu. Pemain Barongsai (terutama bagian kepala) perlu memiliki dasar yang kuat dan keseimbangan yang baik agar mampu melakukan gerakan akrobatik yang selaras dengan pemain bagian ekor. |
|
Apa makna filosofis dari musik pengiring Barongsai yang sangat keras? |
Suara keras dari drum, gong, dan cymbal bukan hanya sebagai alat pendukung, tetapi menggambarkan kekuatan yang menggelegar. Suara ini ditujukan untuk menakuti makhluk jahat (seperti monster Nian) serta sebagai simbol kegembiraan yang membangkitkan semangat masyarakat. |
|
Mengapa Barongsai sering menerima “Angpao” dari penonton? |
Memberikan uang angpao kepada Barongsai merupakan lambang rasa syukur dan pembagian rezeki. Masyarakat menganggap bahwa dengan memberikan sedekah melalui Barongsai, mereka akan memperoleh berkah kesehatan serta kelancaran dalam usaha sepanjang tahun. |
Tempat Menyaksikan Barongsai di Bali Merayakan Tahun Baru Imlek 2026, Masuk Gratis! 5 Acara Tahun Baru Imlek 2026 di Jakarta, mulai dari Tarian Barongsai hingga Pasar Malam


