Studi: Teleskop James Webb Temukan Galaksi Tertua Pasca Big Bang

Teleskop Luar Angkasa James Webb (JWST) baru-baru ini berhasil mengamati galaksi terjauh yang pernah ditemukan, yaitu objek yang disebut MoM-z14. Galaksi ini menjadi sumber paling jauh yang telah dikonfirmasi melalui spektroskopi, karena cahayanya berasal dari sekitar 280 juta tahun setelah Big Bang.

Artinya, cahaya yang dipancarkan oleh MoM-z14 telah melakukan perjalanan kosmik selama lebih dari 13 miliar tahun sebelum akhirnya terdeteksi oleh sensor inframerah JWST. Penelitian ini telah dirilis pada 23 Mei 2025 di server pra-publikasi arXiv dan diterbitkan diOpen Journal of Astrophysics pada Januari 2026.

1. Umur benda langit dihitung dengan menggunakan redshift

Sejak beroperasi sejak 2022, Teleskop Ruang Angkasa James Webb telah menemukan lebih banyak galaksi yang terang dan sangat tua dibandingkan perkiraan sebelumnya. Penemuan ini menguji teori lama mengenai tahap awal alam semesta.

Para ilmuwan bahkan menyebut populasi galaksi yang tak terduga ini telah “mengguncang komunitas ilmiah” dan menimbulkan pertanyaan mengenai bagaimana galaksi bisa terbentuk serta berkembang begitu cepat.

Untuk memverifikasi apakah objek-objek bersinar tersebut benar-benar galaksi jauh, para ilmuwan melakukan pemeriksaan ulang terhadap data gambar JWST. Tim yang dipimpin oleh Naidu menemukan MoM-z14 sebagai kandidat kuat, kemudian mengarahkan JWST langsung ke objek tersebut pada April 2025 untuk pengamatan lebih lanjut.

Salah satu metode utama untuk menentukan usia benda langit adalah dengan mengukur pergeseran merah (redshift. Dengan berkembangnya alam semesta, cahaya dari benda yang sangat jauh mengalami pergeseran ke panjang gelombang yang lebih merah.

“Dengan Webb, kita mampu melihat lebih jauh daripada yang pernah dilakukan manusia sebelumnya, dan hasilnya sangat berbeda dari apa yang kita duga, yang merupakan tantangan sekaligus menarik,” ujar penulis utama studi, Rohan Naidu, dari Kavli Institute for Astrophysics and Space Research di Massachusetts Institute of Technology, dalam pernyataannya.NASA pada 28 Januari.

2. Galaksi kecil yang memiliki jarak yang sangat jauh

Di dalam penelitian terbaru yang masih menunggu proses peninjauan oleh rekan sejawat, tim ilmuwan mengonfirmasi bahwa nilai redshift MoM-z14 mencapai 14,44. Angka ini melebihi rekor sebelumnya yang dipegang oleh galaksi JADES-GS-z14-0 dengan redshift sebesar 14,18. Data ini memperkuat posisi MoM-z14 sebagai galaksi paling jauh yang pernah teramati. Nilai redshift yang begitu tinggi menunjukkan bahwa cahaya dari MoM-z14 berasal dari masa ketika alam semesta masih sangat muda.

Menariknya, meskipun memancarkan cahaya yang terang, MoM-z14 termasuk sangat padat. Diameter galaksi ini sekitar 240 tahun cahaya, sekitar 400 kali lebih kecil dibandingkan Bima Sakti. Para ilmuwan mengamati galaksi ini saat MoM-z14 sedang mengalami ledakan pembentukan bintang yang besar.

Selain itu, komposisi kimianya menunjukkan kadar nitrogen yang lebih tinggi dibandingkan karbon, pola yang mirip dengan kelompok bola (globular clusters) di Bima Sakti.

3. Penelitian lanjutan masih terus dilakukan

Kemiripan MoM-z14 dengan gugus bola menunjukkan makna penting bagi para ilmuwan astronomi. Gugus bola merupakan kumpulan bintang tua yang saling terikat erat, terdiri dari ribuan hingga jutaan bintang, dan dianggap terbentuk pada beberapa miliar tahun pertama sejarah alam semesta.

Bintang-bintang di dalamnya merupakan yang paling tua di alam semesta sekitar kita. Jika MoM-z14 memang memiliki ciri-ciri serupa, hal ini menunjukkan bahwa proses pembentukan bintang mungkin telah berlangsung dengan cara yang mirip, bahkan pada tahap awal yang sangat dini.

Namun, para ilmuwan masih berupaya mengonfirmasi lebih banyak galaksi dengan pergeseran merah yang sangat tinggi guna memperkuat pemahaman tentang masa awal alam semesta. Harapan besar kini tertuju pada Nancy Grace Roman Space Telescope, teleskop inframerah yang dibuat untuk memetakan area langit yang luas.

Jika dirilis sesuai rencana di akhir tahun 2026, teleskop ini diperkirakan akan mengidentifikasi lebih banyak calon galaksi awal.

Referensi

Naidu, Rohan P., Pascal A. Oesch, Gabriel Brammer, Andrea Weibel, Yijia Li, Jorryt Matthee, John Chisolm, dkk. “Sebuah Mukjizat Kosmik: Galaksi yang Sangat Terang pada Z Spek = 14.44 yang Dikonfirmasi dengan JWST.”Jurnal Astronomi Terbuka 9 (January 30, 2026).

NASA Webb Mengembangkan Batas Wilayah Alam Semesta yang Dapat Diamati Lebih Dekat dengan Big Bang“. Diakses pada Februari 2026. NASA.

6 Fakta Teleskop James Webb, Mampu Menyaksikan Masa Lalu Jagat Raya Apakah Teleskop James Webb Menemukan Keberadaan Makhluk Asing di Planet K2-18b?